Rabu, 13 Maret 2013

Makalah Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis


oleh: Emma Crisma & Jarkasih
 Muamalah Smester VI STAIN Al-Fatah Jayapura

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Mengambil keputusan dalam melakukan investasi baik untuk jangka panjang, menengah atau pendek menjadi hal yang penting. Berinvestasi sama halnya menyimpan untuk jangka waktu untuk memenuhi kebutuhan akan masa yang akan datang. Sehingga dalam waktu yang akan datang sedikit lebih terjamin kehidupan yang lebih sejahtera.
Memilih jenis investasi yang baik menjadi factor utama dalam perencaaan bisnis. Sama halnya meminimalisir resiko terhadap investasi nantinya. Banyak hal yang dihadapi dalam sebuah usaha dan perlu adanya perencanaan ekstra adalah resiko fraud, resiko gagal pemasaran produk, resiko financial.

Dunia bisnis sama halnya dengan resiko. Perbandingan yang tidak asing lagi sehingga menjadi hal urgen ketika memilih jalan berinvestasi. Perbandingan antara orang yang memilih berinvestasi dengan yang tidak dapat dilihat dengan lebih banyaknya orang berinvestasi. Mereka sadar dan tau akan kebutuhan masa yang akan datang akan lebih menentukan kesejahteraaan mereka sendiri.
Menjadi latar belakang penulisan makalah ini yaitu bagiamana mempelajari ruang lingkup studi kelayakan bisnis. Menjadi menarik manakala berinvestasi dengan aman, sehingga perlu adanya studi kelayakan bisnis sebagai bahan atau literature bagaimana memilih prospek bisnis yang baik. Sehingga memberikan keuntungan yang maksimal.

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian singkat latar belakang diatas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah yang menjadi pokok atau inti dari penulisan makalah ini. Beberapa rumusan masalah dalam hal ini yaitu sebagai berikut:
1.      Bagaimana alur atau tahapan ruang lingkup studi kelayakan bisnis?
2.      Apakah tujuan dan manfaat ruang lingkup studi kelayakan bisnis?
3.      Siapa saja kah pihak yang membutuhkan studi kelayakan bisnis?

C.    TUJUAN
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari pada rumusan masalah. Rumusan masalah menggambarkan bagiamana alur tujuan pemahaman penulisan makalah ini. Beberapa tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.      Agar memahami alur atau tahapan ruang lingkup studi kelayakan bisnis
2.      Agar memahami tujuan manfaat ruang lingkup studi kelayakan bisnis
3.      Agar mengetahui pihak-pihak yang membutuhkan studi kelayakan bisnis
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN STUDI KELYAKAN BISNIS
Untuk memahami studi kelayakana bisnis ada hal yang harus dipahami secara mendalam apa yang dimaksud dengan studi kelayakan bisnis serta kegiatan apa saja yang dilakukan dalam studi kelayakan bisnis, maka ada baiknya terlebih dahulu kita memahami pengertian investasi dan kegiatan investasi serta pengertian proyek dan bisnis.
Dalam arti luas investasi menurut Wiliam Sharpe (2005) dalam bukunya investement adalah mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan datang. Dalam pengertian ini terkandung 3 atribut yang penting dalam investasi yaitu adanya keuntungan,resiko, dan tenggang waktu.[1]
Mengenal investasi atau kegiatan bisnis pastilah mengenal yang dimaksud dengan perusahan. Menurut Raymond E. Glos dalam bukunya Business Its Natrue and Enviroment: an Introducing, Perusahaan diartikan sebagai sebuah organisasi yang memproses peruhanan keahlian dan sumbe rdaya ekonomi menjadi barang dan/atau jasa yang diperuntukkan bagi permuasan kebutuhan para pembeli, serta diharapkan memberikan laba kepada para pemiliknya.  Sedangkan , bisnis dapat diartikan sebagai seluruh kegiatna yang diorganisasikan oleh orang-orang tertentu yang bergelut di bidang perniagaan, perdagangan, konsumen dan distribusi dimana perusahaan berada, dalam rangka memperbaiki standar kualitas hidup mereka.[2]
Dengan demikian studi kelayakan bisnis dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan penelitian atau mempelajari secara mendalam terhadap suatu rencana bisnis yang nantinya akan dijalankan, tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu usaha bisnis tersebut dijalankan akan tetapi dapat pula sebagai usaha dalam rangka mencapai keuntungan yang maksilam untuk waktu yang tidak ditentukan.


B.     STUDI KELAYAKAN PROYEK DAN STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Studi Kelayakan Proyek dan Studi Kelayak Bisnis dua hal yang mungkin terdengar hampir sama atau sama namun memiliki perbedaan yang cukup banyak, walaupun tujuan utamanya sama yaitu memperoleh laba. Beberapa perbdaan yang dapat kita ketahui dari studi kelayakan proyek dan studi kelayak bisnis.
Ciri-ciri dari dua pemahaman yang sama dapat kita lihat dengan mengenali ciri-ciri pokok proyek antara lain yaitu:
1.      Memiliki tujuan khusus, produk akhir, atau hasil kerja akhir
2.      Biaya, jadwal kerja, sumber daya, criteria mutu yang diperlukan telah dintentukan.
3.      Kegiatan bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir kegiatan-kegiatan telah ditentukan dengan jelas.
4.      Kegiatan bersifat tidak rutin, tidak berulang-ulang (continue). Jenis dan intensitas kegiatan berubah hanya sepanjang proyek berlangsung.
Istilah proyek juga kita mungkin kenal dengan istilah program artinya memiliki sifat yang sama seperti proyek, hanya perbedaanya terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya sumber daya yang diperlukan. Program memiliki skala lebih besar dari proyek.
Ciri khusus yang mungkin kita dapat simpulkan dari bisnis sindiri yaitu kegiatan yang berkesinampungnan (continue). Dan memiliki proses pengolahan produk itu sendiri dari produk awal sampai dengan produk akhir.

C.    MANFAAT STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Adanya studi kelayakan dalam bentuk apapun terutama dalam sebuah bisnis pastilah memiliki manfaat yang cukup banyak, baik untuk internal maupun eksternal pihak yang melakukan studi kelayakan bisnis itu sendiri.
Beberapa manfaat studi kelayakan bisnis antara lain yaitu:
1.      Manfaat bagi Investor , jika hasil studi kelayakan bisnis tersebut dinilai layak untuk diaplikasikan dilapangan, maka hasil laporan studi kelayakan bisnis pun layak untuk ditawarkan kepada calon investor. Sebab investor berkepentingan secrala langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan atas keselamatan modal yang akan ditanamkan.
2.      Manfaat bagi Kreditor, pihak yang sering kali atau yang paling kita fahami mana kala ingin memperoleh dana tidak lain adalah bank secara umum. Pihak kreditor akan memberikan dana atau modal kredit jika usaha yang dijalankan secara penuh bahkan akan menawarkan diri jika usaha yang akan dijalankan telah teruji dalan layak.
3.      Manfaat bagi Manajemen Perusahaan, bagi sebuh perusahaan sudahlah tentu banyak memberikan manfaat secara manajemen internal maupun eksternal perusahaan. Perusahan melakukan studi kelayakan bisnis atau memanfaatkan studi kelayakan bisnis tidak lain adalah untuk melakukan ekspansi untuk peningkatan  laba perusahaan.  
4.      Manfaat bagi Pemerintah dan Masyarakat, dalam pelaksanaan studi kelayakan bisnis harusalah meperhatikan kebijakanp kebijakan yang ditetapkan pemeirntah karena bagaimana pun pemerintah dapat secara langsung maupun tidak lansung mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa, dan pemakainan tenaga kerja masal merukapan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sector ekonomi
5.      Manfaat bagi Pembangunan Ekonomi, dalam studi kelayakan bisnis untuk menjadikan usaha tersebut layak untuk dijalankan perlu meperhatikan aspek-aspek rencana pembangunan nasional, sehingga memberikan kontribusi demi tujuan pembangunan ekonomi nasional.

D.    TUJUAN DAN FUNGSI STUDI KELAYAKAN
Pastilah dalam melakukan studi atau melakukan analisis tehadap proyek atau ushaa memiliki tujuan, dan tujuan akan memberikan manfaat berupa fungsi dari apa yang dijalankan. Dalam hal ini tujuan dari studi kelayakan bisnis sendiri yaitu:
1.      Meminimalisir resiko
Studi kelayakan bisnis atau proyek dilakukan bertujuan utama untuk meminimalisir resiko kerugian usaha yang akan datang, sebab kondisi yang akan datang tidak dapat dipastikan. Namun dapat dianalisis atau diramalkan baik untuk resiko yang dapat dikendalikan ataupun resiko yang tidak dapat dikendalikan.
2.      Memudahkan perencanaan
Sebuah usaha yang didahului dengan sutudi kelayakan maka akan memudahkan perencaan suatu usaha untuk dijalan dalam waktu tertentu. Beberapa hal yang dimudahkan dalam perencanaan yaitu jumlah dana yang dibutuhkan, lokasi akan dibangun, siapa yang melaksanakan, cara menjalankan, besar keuntungan yang diperoleh serta mudah mengawasi jika terjadi penyimpangan.
3.      Memudahkan pelaksanakan pekerjaan
Adanya rencana pastilah memudahkan job atau posisi yang nantinya akan diisi atau diberikan. Sehingga pelaksana yang menjalankan memiliki pendoman yang harus ikuti.
4.      Memudahkan Pengawasan
5.      Memudahkan pengendaliaan

E.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INTENSITAS STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
  1. Besarnya dana yang diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
  2. Tingkat ketidakpastian bisnis.  Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru.  Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
  3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis.  Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.


F.      HUBUNGAN ANTARA STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB] DENGAN DISIPLIN ILMU LAINNYA
Studi kelayakan dibangun dari disiplin ilmu lainnya. Tanpa sumbangan ilmulainnya, Studi kelayakan tidak mungkin ada. Studi Kelayakan merupakan ilmuterapan, sebagai ilmu terapan digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dalamkegiatan ekonomi dan Studi Kelayakan dilengkapi dengan berbagai alat bantu yang berasal dari berbagai disiplin ilmu lain. Sebagai contoh misalnya untuk mengetahuiapakah produk yang dihasilkan dapat diterima pasar atau tidak teori dan ilmunya ada di Manajemen Pemasaran, barang dan jasa yang dihasilkan apakah sudah diproduksisecara efektif dan efisien bisa dipelajari di Manajemen Operasi, apakah bisnis yangakan dijalankan menguntungkan atau tidak Manajemen Keuangan menyediakan penghitungan proyeksi laba rugi, arus kas dan rasio-rasio keuangannya.
1.      Pemasaran
Bentuk kontribusi
a.      Analisa permintaan dan penawaran
b.      Mencari pasar danmenghitung pasar potensial, permintaan efektif, segmen pasar 
c.       Analisis persaingan
d.     Pemilihan strategi pemasaran
Manfaat
Untuk mengetahui danmenilai apakah produk yangdihasilkan dapat diterimadan diserap oleh pasar
2.      Manajemen SDM
Bentuk kontribusi
a.      Struktur Organisasi
b.      Analisa Jabatan
c.       Proses Rekrutmen
d.     Teknik pemberian kompensasi
e.      Teknik pemberian motivasi
f.        Masalah pemeliharaan tenagakerja
Manfaat
Untuk menilai kapabilitastim dan menempatkan orang pada tempat yang tepat
3.      Manajemen Keuangan
Bentuk Kontribusi
a.      Menentukan Modal Kerja
b.      Menentukan ModalInvestasi
c.       Menilai arus kas
d.     Membuat proyeksi rugilaba dan neraca perusahaan
e.      Mengetahui tingkat pengembalian modal
f.        Mengetahui profitabilitas,likuiditas, dan rentabilitas usahayang dijalankan
Manfaat
Mengetahui apakah bisnisyang akan dijalankanmenguntungkan / tidak 
4.      Manajemen Operasidan Produksi
Bentuk Kontribusi
a.      Pemilihan desain produk yangakan diproduksi
b.      Penghitungan kapasitas perusahaan
c.       Pemilihan mesin dan teknologserta peralaan yang akandigunakan
d.     Penentuan lokasi usaha
e.      Penataan lay-out mesin, bangunan dan fasilitas lain
f.        Penghitungan skala produksiyang ekonomis
Manfaat
Untuk mengetahui danmenilai apakah barang dan jasa yang dihasilkan sudahdiproduksi secara efektif danefisien.
5.      Aspek Hukum Dalam bisnis
Bentuk Kontribusi
a.      Memilih badan hukum yangtepat
b.      Menentukan prosedur pendirian
c.       Menilai apakah usaha yangakan dijalankan melangaketentuan UU atau ketentuan peraturan yang berlaku / tidak
Manfaat
Untuk menilai bentuk organisasi yang tepat
6.      Ilmu Sosial danLingkungan
Kontribusi
a.      Dampak pencemaranlingkungan (Amdal)
b.      Penyerapan tenaga kerja
Manfaat
Untuk menilai dampa pencemaran dan pengaruh-nya terhadap kondisi social

G.    LANGKAH PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI
Berinvestasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan untuk masa yang akan datang. Dengan berbagai jenis tawaran bentuk investasi yang variatif sehingga memberikan peluang kepada kita untuk memilih. Jenis investasi sendiri ada dua macam yaitu investasi nyata (real investemen) dan investasi financial (financial investemen).
Berinvestasi perlulah ada perimbangan yang benar-benar matang. Upaya bagaimana meminimalisir resiko gagal nantinya kedepan, sehingga Ada beberapa Langkah-langkah  proses dalam pengambilan keputusan investasi yakni sebagai berikut:
1.      Mencari peluang investasi
Mencari peluang investasi menjadi hal yang paling utama dalam mengambil keputusan investasi dengan melakukan riset atau identifikasi kesempatan investasi. Sehingga memerlukan studi kelayakan lebih mendalam.
2.      Memilih altenatif investasi
Mentuk alternative investasi merupakan bentuk antisipasi jika nantinya usaha peluang usaha yang dilakukan diawal mengalami kegagalan. Sehingga perlu perlulah memilih investasi.
3.      Menyusun rancangan pelaksanaan
Menyusun rancangan pelaksanaan dapat dilakukan dengan melihat pedoman yang telah kita dapatkan dari melakukan studi kelayakan bisnis usaha. Dengan memlihat beberapa factor utama sehingga investasi yang dijalankan dapat berjalan dan terkontrol dengan baik.

4.      Realisasi dan pengendalian
Realisasi lebih cepat akan memberikan gambaran prospek dari hasil studi kelayakan bisnis. Bagaimana usaha itu berjalan sesuai atau tidak dengan hasil studi ataukan memerlukan pertimbangan untuk dijalankan kembali.

H.    IDENTIFIKASI KESEMPATAN USAHA
Dalam sebuah pererencanaan bisnis pastilah perlu melakukan identifiaksi lapangan atau kesempatan peluang usaha yang nantinya akan dipakai. Untuk itu ada beberapa cara dalam melakukan identifikasi kesempatan usaha yang perlu diperhantikan antara lain yaitu:
1.      Peluang bisnis potensial
Ada beberapa ciri-ciri peluang usaha yang memiliki potensial yaitu antara lain sebagai berikut:
a.      Bisnis yang dibangun adalah bisnis yang potensial atau memilki bilai jual yang cukup tinggi
b.       Tidak menjadikan bisnis itu hanya sebagai ambisi pribadi semata tetapi sifatnya  nyata
c.       Bisnis itu mempunyai waktu bertahan yang lama dipasar
d.      Tidak banyak menghabiskan modal (uang ) Anda karena investasi yang terlalu besar
e.      Tidak bersifat momentum (kejadian sesaat) atau bersifat musiman
f.        Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industry
Oleh sebab itu, untuk memulai usaha bisnis atau memiliki bisnis yang potensial, kita perlu mengetahui nsur-ciri sebuah peluang yang mendasari sebuah Bisnis yang baik untuk Anda, nsur-ciri peluang bisnis yang baik adalah:
a.      Peluang itu orisinil dan bukan tiruan; bisnis yang sukses itu bukan hanya meniru bisnis orang lain. Bisnis yang hanya meniru belum tentu hasilnya sama persis dengan bisnis yang ditiru tersebut. Hal ini disebabkan karena kondisi dan situasi yang telah terjadi dan yang akan terjadi belum tentu sama,”bisnis itu bukan mesin fotocopy”.
b.      Peluang itu harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar dimasa yang akan datang. Dalam arti peluang itu harus dapat ditingkatkan nilai kualnya serta bisa terus diinovasi.
c.       Benar-benar sesuai dengan ‘minat’ Anda atau ada ‘link’ dengan pengetahuan, keahlian dan sifat Anda agar peluang itu dapat bertahan lebih lama.
d.     Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji; untuk itu perlu dilakukan penelitian dan uji coba dipasar.
e.      Bersifat ide yang kreattif dan inovativ bukan tiruan dari ide orang lain
f.        Anda yakin bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalaninya.
g.      Anda senang menjalankannya dan benar-benar suka bisnis tersebut.
2.      Faktor keberhasilan peluang usaha
foktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha agar bisnis Anda berhasil adalah hal yang urjen yang perlu diperhatikan . Faktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha adalah sebagai berikut:
a.      Peluang itu memenuhi unsur-ciri peluang bisnis
b.      Berawal dari uji test pasar dan uji coba (trial) Seperti:
·          Seberapa besar tingkat kebutuhan produk Anda dipasar. Apakah tinggi atu rendah
·          Seberapa besar tingkat kontinuitas kebutuhan akan produk tersebut
·         Mengetahui nsure, mengapa orang enggan membeli, memakai, dan menggunakan jasa atau produk Anda
c.       Mengikuti dan memenuhi kebutuhan konsumen
d.     Mengikuti trend (kecenderungan) perubahan pasar
e.      Bisa terus menerus diinovasi dan di tingkatkan kualitasnya
f.        Resiko kegagalannya tidak besar saat pertama kali dimulai. Dalam arti tingkat visibilitasnya telah diperhitungkan dengan waktu saat diluncurkan di pasar.
g.      Merupakan alternative terbaik dari peluang-peluang yang ada



3.      Factor kegagalan peluang usaha
Factor kegagalan peluang usaha menjadi perimbangan dalam  memilih atau mengidentifikasi usaha. Untuk itu perlu diketahui nsure-faktor kegagala peluang usaha agar bisa meminimalisir resiko usaha. Faktor-faktor itu adalah:
a.      Kebutuhan pasarnya tidak bersifat monoton dan musiman sehingga tidak hanya bersifat jangka pendek
b.      Peluang itu sudah “kadaluarsa” atau telah banyak ada orang yang memulai bisnis tersebut
c.       Tidak segera mengambil keputusan untuk memulainya sehingga peluang itu lewat begitu saja. Istilahnya NADO (Not Action Dream Only) atau NAPO (Not Action Plan Only)
d.     Waktunya sudah lewat, terjadi perubahan kebutuhan atau muncul teknologi baru yang telah membuat peluang produk atau jasa itu out of date (basi)
e.      Survey pasar tidak akurat, artinya hal itu hanya sekedar persepsi Anda yang menyatakan bahwa peluang itu sangat potensial lalu segera dilaksanakan begitu saja, Jadi tingkat akurasi peluang terhadap PASAR tidak tepat sehingga menyebabkan produk itu tidak laku dipasar
f.        Mudah ditiru atau di buat oleh orang lain
g.      Daya beli rendah
h.      Kebutuhan tidak kontinyu
i.        Tingkat kebutuhan kecil
j.        Pemilihan alternative ide-ide bisnisnya salah
4.      Pemberdayaan dan pengembangan usaha
Setelah anda melakukan survey, riset, uji coba pasar maka peluang Anda harus diberdayakan menjadi peluang emas. Caranya sebagai berikut:
a.      ATMI: Amati – Tiru – Modifikasi dan Improvisasi. Setelah Anda melakukan survey dan riset, maka salah satu jalan untuk memberdayakan peluang Anda adalah strategi ini (ATMI). Melalui ATMI anda akan mudah mengambangkan sebuah produk menjadi lebih unggul dari produk sebelumnya sehingga kemungkinan untuk dapat diterima dipasar menjadi lebih besar.
b.      Make It Better: Membuat peluang Anda di pasar menjadi lebih baik lagi setelah survey pasar; misalnya produk yang Anda buat menjadi lebih cepat, lebih kecil, lebih enak, lebih ringan dll
c.       Make It One: Menjadikannya sebagai yang pertama. Peluang yang baik adalah peluang bisnis yang pertama kali Anda lakukan sebelum orang lain melakukannya. Untuk itu, strategi ini akan menjadi pilihan terbaik. Contohnya adalah:
§  Menjadi yang terbesar
§  Menjadi yang terlengkap
§  Menjadi yang tercanggih
§  Menjadi yang tercepat
§  Menjadi yang teringan
§  Menjadi yang terbaik
d.     Make Your Product Be A Specialist: Produk Anda adalah produk yang khusus dan Anda menjadi specialist: Contohnya:
·         Bengkel motor khusus Harley Davidson
·         Bengkel motor khusus Vespa
·         Batik Tulis Halus
·         Restoran Bebek Hitam
e.      Clonner: Meniru habis tetapi menggunakan merek yang berbeda. Cara ini sering dilakukan oleh orang lain, tetapi harus berhati-hati mengingat ada nsure hak Paten, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), atau tuntutan dari pihak yang ditiru. Jadi apabila Anda ingin melakukan Clonner, jiplaklah fungsi dan tujuan penggunaan produknya, bukan merek, bentuk dan kemasannya.
f.        Subtitute: Menjadi produk pengganti. Cara ini juga efektif bila Anda memulai bisnis di mana pasar sudah cukup besar dengan menjadi produk pengganti dari produk pesaing yang paling besar atau yang menengah.




I.       PIHAK-PIHAK YANG MEMERLUKAN STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Pembuatan studi kelayakan digunakan untuk memenuhi permintaan pihakpihak yang berbeda. Masing-masing pihak mempunai kepentingan serta sudut pandang yang berbeda.
1.      Pemilik Usaha
Pemilik usaha secara langsung sangat berkepentingan terhadap hasil dari analisis studi kelayakan yang telah dibuat, dalam hal ini disebbakan para pemilik tidak mau jika sampai dana yang ditanamkan mengalami kerugian.
2.      Investor
Pihak yang menanamkan dana dalam suatu proyek tentunya akan lebih memperhatikan prospek usaha tersebut. Prospek disini dimaksudkan keuntungan beserta resiko investasi. Gambaran pospek ini sedikit banyak tercermin dari suatu Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
3.      Kreditur/Bank
Pihak kreditur/ Bank memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan. Mereka mengharapkan bunga plus angsuran pokok bisa dibayarkan tepat waktu.
4.      Pemerintah
Pemerintah terutama lebih berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi perekonomian nasional.
5.      Masyarakat Luas
Manfaat dari studi kelayakan bisnis pangkalnya adalah memberikan feed back kepada masyarakat dengan memberikan lapangan pekerjaan, sehingga dalam hal ini masyarakat luas memiliki kepentingan dalam studi kelayakan bisnis ini.

J.       TAHAPAN STUDI KELAYAKAN BISNIS [SKB]
Beberapa tahapan studi kelayakan bisnis jika akan dikerjakan. Berikut beberapa tahapan studi kelayakan bisnis yang banyak dilakukan:
1.      Menemukan ide
Mencoba menggali beberapa ide usaha yang muncul dan memiliki peluang atau potensi. Setelah itu memilih beberapa ide sebagai pertimbangan akhir untuk memutuskan satu atau dua ide yang akan dilakukan studi.
2.      Mengumpulkan data dan informasi
Setelah menemukan ide yang telah mengeliminasi beberapa ide usaha dan terdapat satu ide usaha yang benar-benar memiliki prospek baik kedepan selanjutnya melakukan pengumpulan data.
3.      Pengolahan data
Beberapa data dan informasi yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan ferifikasi atau melakukan pengolahan. Mengetahui sejauh mana data terkumpul telah cukup memenuhi beberapa criteria atau kebutuhan yang ingin dicapai.
4.      Menganalisis data
Beberapa criteria infroamsi data yang telah dilakukan pengolahan selanjutnya coba melakukan dan menganalisis sejauh mana ide dapat diterima nantinya sebagai bahan studi.
5.      Evaluasi
Evaluasi berarti melakukan perbandingan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau criteria, baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Tiga macam evaluasi. Pertama, evaluasi usulan. Kedua, evaluasi yang sedang dibangun. Dan ketiga, evaluasi bisnis yang telah operasional rutin.
6.      Pengurutan usulan yang layak
Jika telah dilakulan beberapa tahapan sebelumnya selanjutnya, mengambil usulan bisnis yang benar-benar layak untuk prioriti dikerjakan atau direncakan pelaksanaanya. Atau mempertimbangan usulan yang paling layak untuk dilakukan rencana pelaksanaan.
7.      Rencana pelaksanaan
Setelah didapat priority yang layak untuk dikerjalan selanjutnya dilakukan rencana kerja pelaksanaan studi guna menjadi pedoman dalam pelaksanaan nantinya.
8.      Pelaksanaan
Tahap akhir telah melakukan proses pemilihan ide sampai dengan  rencana peksanaan yang telah matang. Sehingga pelaksanaan kerja akan maksimal nantinya. Dan menghasilkan keputusan yang menghasilkan nilai yang besar.

BAB III
PENUTUP

A.    SIMPULAN
Dari uraian pembahansan mengenai ruang lingkup studi kelayakan bisnis diatas. Penulis mengambil beberapa simpulan sebagaimana tujuan dari penulisan makalah ini. Sehingga pembaca benar-benar memahami tulisan penulis dan  memberikan manfaat. Beberapa simpulan diantaranya yaitu:
ü  Alur atau tahapan ruang lingkup studi kelayakan bisnis meliputi pemahaman konsep bisnis sebagai bahan acuan pelaksanaan studi kelayakan bisnis . sehingga dalam perjalanya beberapa aspek studi kelayakan bisnis seperti,  aspek hokum, social ekonomi budaya, pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen dan keuangan.
ü  Tujuan dan manfaat ruang lingkup studi kelayakan bisnis secara umum teridiri dari dua hal yaitu tujuan dan manfaat secara internal perusahaan dan eksternal perushaaan.
ü  Pihak yang membutuhkan studi kelayakan bisnis ada beberapa mulai dari diri sandiri sampai dengan masyarakat secara umum memiliki kepentingan dalam studi kelayakan bisnis

B.     SARAN
Penulisan makalah yang penulis buat ini tidak sempurna masih banyak memiliki salah sehingga pada penulis, selanjutnya perlu memperhatikan beberapa aspek penulisan yang pelu menjadikan koreksi jika benar terdapa kekuarangan, mulai dari inti pembahasan sampai dengan memberikan simpulan atas penulisan makalah ini.








DAFTAR PUSTAKA

Husnan, Suad, Suwarono. 1994. Studi Kelayakan Proyek, Edisi Ketiga, UPPAMP YKP Yogyakarta
Ibrahim, Yacob. 2003. Studi Kelayakan Bisnis, Cetakan Kedua, PT. RinekaCipta, Jakarta.
Kasmir dan Jakfar. 2006. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana. Jakarta.
Subagyo, Ahmad. 2007. Studi Kelayakan.  PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
Sucipto Agus.  2010. Studi Kelayakan Bisnis.
Umar Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis edisi 3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.



[1] Kasmir dan Jakfar. 2006. Studi Kelayakan Bisnis. Kencana. Jakarta. hlm. 7
[2] Umar Husein. 2005. Studi Kelayakan Bisnis edisi 3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. hlm. 3-4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar