Minggu, 07 Oktober 2012

PAPER LAPORAN LABA RUGI


Dibuat sebagai tugas presentasi mata kuliah Akuntansi PS

Oleh:
1.      Astiani Haerudin
2.      Fachrudin F.A
3.      Jarkasih

A.    LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan suatu informasi keuangan dalam sebuah perusahaan adalah suatu hal yang sangat urgen. Informasi keuangan akan memberikan keputusan perusahaan untuk dapat melakukan tindakan atas kemajuan perusahaan. Beberapa informasi keuangan tersebut juga akan memberikan peluang perusahaan untuk mengantisipasi kerugian yang tibul akibat produksi, sehingga laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan beberapa orang yang di luar perusahaan.
Laporan keuangan meliputi beberapa aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi , dan entitas pelapor).
Penyusunan laporan keuangan bertujuan memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Laporan keuangan memiliki beberapa pos-pos yang ada dan telah di atur dalam PSAK. sehingga yang menjadi latar belakang penulisan paper ini adalah salah satunya akan membahas mengenai pos laporan keuangan yaitu laporan rugi laba.
Melihat dari dari laporan keuangan diatas ada beberapa rumusan masalah yang perlu adanya pembahasan dari kami untuk selanjutnya akan dilakukkannya pembahasan. Beberapa rumusan masalah antara lain yaitu:
1.       Apa yang dimaksud laporan rugi laba ?
2.      Apakah tujuan laporan rugi laba bagi perusahaan?
3.      Bagaimana penyusunan laporan rugi laba?
B.     PEMBAHASAN
1.       Pengertian laporan keuangan
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.(wikipedia.org).

2.      Tujuan laporan keuangan
Peran dari laporan laba rugi adalah sebagai sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan serta  mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode.
Laba rugi adalah suatu laporan akuntansi keuangan yang dapat menunjukkan pendapatan dan biaya yang timbul dari suatu produksi usaha dalam suatu periode tertentu. Perbedaan atau selisih antara pendapatan dan biaya yang timbul merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita perusahaan. Laporan laba rugi disebut juga laporang penghasilan pendapatan dan biaya yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan.

3.      Penyusunan laporan keuangan
Dalam laporan rugi laba terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. Istilahistilah tersebut adalah sebagai berikut:
a.      Pendapatan (Revenue)
Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya, bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan.
b.      Biaya (Expense)
Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang, bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang, penyerahan jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan.
c.       Penghasilan (Income)
Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biayabiaya. Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya, selisihnya sering disebut rugi.
d.      laba (profit)
Adalah kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu  kecuali kenaikan modal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik, seperti pada laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap.
e.      Rugi (Loss)
Adalah penurunan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik, seperti pada rugi penjualan surat berharga.
f.        Harga Perolehan (Cost)
Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva, seperti pada  pembelian mesin, dan pembayaran uang muka sewa. Dalam akuntansi biaya harga perolehan juga dapat berarti harga pokok atau biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua model sebagai berikut:
a.       Bertahap (Multiple Step)
Bentuk  multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendapatanpendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung  penghasilan-penghasilan sebagai berikut:
·           Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan.
·           Penghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha. 
·           Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha. 
·           Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.
·           Penghasilan bersih dari elemen-elemen luar biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa.\


b.      Single Step
Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokkan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara: 
·                     Pendapatan-pendapatan dan laba-laba 
·                     Biaya-biaya dan kerugian-kerugian.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
Pendapatan dari penjualan
               Dikurangi Beban pokok penjualan
Laba/rugi kotor
              Dikurangi Beban usaha
Laba/rugi usaha
             Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
Laba/rugi sebelum pajak
             Dikurangi Beban pajak
Laba/rugi bersih
 Laporan penyusunan laba rugi perbankan syariah
Dengan memperhatikan ketentuan PSAK lainnya, penyajian dalam laporan laba rugi mencakup, tetapi tidak terbatas pada pos-pos pendapatan dan beban berikut
Pendapata dari jual beli:
               Pendapatan margin mudharabah
               Pendapatan margin bersih salam pararel
Pendapatan bersih istisnah pararel;
Pendapatan dari sewa:
               Pendapatan bersih ijarah;
Pendapatan dari bagi hasil:
               Pendapatan bagi hasil mudhrabah
               Pendapatan bagi hasil musyarakah
Pendapatan operasi utama lainnya
Hak pihak ketiga atas bagi hasil investasi tidak terikat
Pedapatan lainnya
Beban operasi lainnya
Pendapatan nonoperasi
Beban nonoperasi
Zakat, dan
pajak









Contoh Laporan laba rugi pada perusahaan konvensional
                        - LAPORAN LABA RUGI -±
                           per 31 Desember

                                            
  Pendapatan dari penjualan              Rp.                99.980.000
  Harga Pokok Penjualan                  Rp.                25.000.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Kotor                                                74.980.000

  Biaya Operasional:
  - Biaya Pemasaran                      Rp.                 5.000.000
  - Biaya Administrasi & Umum            Rp.                 1.250.000
                                                            ---------- (+)
                                                             6.250.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Usaha                             Rp.                68.740.000
  Pendapatan Lain-lain                   Rp.                   125.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Bunga dan Pajak           Rp.                68.865.000
  Bunga                                  Rp.                   199.000
                                                            ---------- (+)
  Laba sebelum Pajak                     Rp.                69.064.000
  Pajak                                  Rp.                 1.275.000
                                                            ---------- (-)
  Laba Bersih                            Rp.                67.789.000
                                                            ==========       


Perhitungan Laba/Rugi[1]
Periode: 1 Januari 2012 s.d 31 Januari 2012
(dalam ribuan rupiah)
No
Pos-pos
Bulan berjalan
Kumulatif
1
Pendaptan pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib



1.1
Pendapatan jual-beli:
212655646
212655646


a.
Pendapatan Margin Mudharabah
-
-


b.
Pendapatan bersih salam pararel
349363
349363


c.
Pendapatan bersih istishna pararel



1.2
Pendapatan dari sewa:
1659235
1659235


Pendapatan bersih



1.3
Pendapatan dari bagi hasil:
53412580
53412580


a.
Pendapatan bagi hasil mudharabah
50745003
50745003


b.
Pendapatan bagi hasil musyarakah
40976333
40976333

Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai mudharib
359798160
359798160
2
Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil



2.1
Bagi hasil Investasi tidak terikat




a.
Bagi hasil Tabungan
34700890
34700890


b.
Bagi hasil Deposito
135841309
135841309

2.2
Bagi hasil Investasi terikat
1657276
1657276

2.3
Bagi hasil penempatan Dana
68824
68824

Jumlah Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil
172268299
172268299
3
Pendapatan Usaha Lainnya



3.1
Pendapatan imbalan jasa perbankan




a.
Pendapatan fee rahn
56102061
56102061


b.
Pendapatan fee Jasa-jasa
6703528
6703528


c.
Pendapatan fee lainnya
56323321
56323321


d.
Pendapatan administrasi
24162743
24162743


e.
Pendapatan transaksi valutas asing
1128297
1128297

3.2
Pendapatan imbalan investasi terikat




Pendapatan fee investasi terikat
940154
940154

Jumlah Pendapatan Usaha lainnya
145360104
145360104
4
Beban Usaha



4.1
Beban kepegawaiaan
102134754
102134754

4.2
Beban administrasi
44582933
44582933

4.3
Beban penyusutan aktiva tetap
9923633
9923633

4.4
Bagi hasil surat berharga subordinasi yang diterbitkan
6534906
6543906

4.5
Beban (pembalikan) penyisihan kerugian aktiva produktif
45006692
45006692

4.6
Beban (pembalikan) penyisihan kerugian aktiva non produktif
-
-

4.7
Beban (pembalikan) estimasi kerugian komitmen dan kontijensi
471157
471157

4.8
Beban (pembalikan) penyisihan risiko operasional
-
-

4.9
Beban Usaha lain:




a.
Beban bonus wadiah
3081883
3081883


b.
Beban transaksi valuta asing
-
-


c.
Beban premi dalam rangka penjaminan
7806831
7806831


d.
Beban sewa
10736645
10736645


e.
Beban promosi
3666768
3666768


f.
lainnya
5512501
5512501

Jumlah Beban Usaha
239458703
239467703

LABA (RUGI) USAHA
93431262
93422262
5
Pendapatan dan Beban Nonusaha



5.1
Pendapatan non usaha
556076
556076

5.2
Beban non usaha
34033
34033

Jumlah Pendapatan (Beban) Nonusaha
522043
522043

LABA (RUGI) USHA SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK
93953305
93953305
6
Zakat

2348833
2348833

LABA (RUGI) USAHA SEBELUM PAJAK
91604472
91604472
7
Beban Pajak



7.1
Pajak tangguhan
-
-

7.2
Taksiran pajak penghasilan
23820107
23820107

Jumlah Beban Pajak
23820107
23820107

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN
67784365
67784365






C.     KESIMPULAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar